mentok di tembok. gak bisa maju kecuali nabrak kerasnya tembok. resikonya siapkan 'obat anti menyonyo'.
cerita baru, wajah baru ...walaupun dalam hatiku masih pesimis kisahnya tak jauh dari yang terdahulu. harapan itu selalu ada, disetiap langkah kita yang penuh keyakinan dan percaya diri, bukan keterpaksaan dalam ancaman. Tapi, apa mau dikata....semua itu urusan mereka, hidup mereka...dan mereka yang akan menjalani dan merasakan apapun konsekuensinya. Kita cuma penonton disini. Duduk manis di sofa empuk, tak lupa dengan semangkuk 'popcorn' dan segelas es jeruk. Luangkan waktu sejenak, mari kita menikmati sandiwara kehidupan ini dengan tenang, tanpa emosi. Cukup bertepuktangan bila dirasa sandiwaranya terlihat menggembirakan. Tak perlu meneteskan air mata kesedihan ketika apa yang kita lihat menyentuh kesedihan. Berbagai cerita tragedi telah kita lihat bukan? semua itu cuma cerita sang sutradara dan akting sang aktor yang memukau penonton. Kadang-kadang kisahnya mengaduk-aduk perasaan...tetaplah kalem, kita hanyalah penonton... :)
