Senin, 26 November 2012

senja basah

guntur, hujan dan angin menari bersamaan
memberi basah bumi
mengairi sumur sumur kering
memandikan rumput rumput liar di tanah lapang

petir dan kilat bernyanyi
menyapa katak katak di pinggir danau
menjawab melodi permohonan bunga bunga yang mulai mengering
minta air...

senja kali ini tlah basah
tertumpah air penuh berkah dari langit

terima kasih Tuhan....

Senin, 19 November 2012

PPKPP UAD Angkatan VII

Oktober 2011
Perjuangan dimulai. demi selembar sertifikat yang melegalkan profesi dan demi ilmu untuk dibagikan kepada anak didik kami di sekolah. dari berbagai kota bahkan dari pulau seberang lautan pun beberapa tak kalah semangat menuntut ilmu di sini. Salut dengan pengorbanan dan semangat teman2 untuk menambah kompetensi profesi pendidik di UAD. Meski kuliah sore dan malam, meski harus sejenak meninggalkan anak dirumah, meski harus menempuh jarak ratusan kilometer, meski penat lelah karena pagi mengajar dan sore kuliah...semuanya dijalani dengan kemantapan hati demi meraih masa depan gemilang. Demi menjadi sebenar-benarnya pendidik tunas bangsa, demi menjadi teladan bagi murid2nya yang tidak kalah semangat untuk belajar. Belajar dan belajar. Belajar menjadi pendidik yang profesional, yang lebih berkompeten supaya tak ketinggalan laju roda zaman. belajar menjadi pendidik yang lebih kreatif memanfatkan berbagai metode dan media pembelajaran agar tak lagi dianggap kuno di depan kelas. Belajar untuk lebih memahami setiap karakter manusia dengan berinteraksi dan berbagi pengalaman sesama mahasiswa agar wawasan dan pengalaman terus bertambah.

selama dua kuartal, mengikuti perkuliahan di kelas. Ruang kelas yang standar, tanpa pendingin udara tak menyurutkan niat dan semangat kami untuk belajar bersama bapak dan ibu dosen yang kaya pengalaman dan ilmu pengetahuan. Terimakasih kami yang tak terhingga atas tranfer ilmu yang kan membekali perjalanan hidup kami kelak. Tugas-tugas yang memaksa kami untuk belajar, dan belajar berbagai ilmu. Ujian yang menempa kami untuk belajar lebih keras serta berlaku jujur dan adil dalam mendapatkan nilai sempurna.

kuartal ketiga, saat yang tepat untuk menguji teori dan kemampuan kami di lapangan. Masing-masing harus belajar dengan pengalaman. dimulai dengan berlatih mengajar di depan teman-teman dan praktek mengajar di sekolah nyata selama 3 bulan. Pengalaman yang takkan terlupakan. Menimba ilmu di sebuah sekolah yang nyata. lengkap dengan lika liku menjadi guru praktek. Menghadapi langsung peserta didik di kelas , berbagi ilmu dengan guru-guru senior, dan bahkan bernostalgia dengan kenangan masa sekolah kita dulu. Banyak waktu yang tak percuma, pergi pagi pulang siang demi mendapat segudang pengalaman berharga. bukan uang bukan permata...namun tabungan untuk masa abadi kelak. bertambahlah saudara dan kenalan...bertambahlah ilmu dan pengalaman, dan bertambah pula nilai yang diharapkan serta tunai sudah tugas untuk mencari legalitas profesi ini.

18 November 2012
Tibalah hari bahagia itu. berakhirnya tugas belajar menjadi pendidik yang profesional dan kompeten. Telah kami dapatkan selembar sertifikat yang akan menjadi bekal kami mengabdi di bumi pertiwi. menjadi pendidik pendidik tunas bangsa dan menebar kebaikan di seluruh penjuru nusantara. meski ada yang belum menjadi pendidik di sebuah institusi pendidikan, takkan kurang cara untuk membagi ilmu dan pengalaman yang kami dapatkan selama di ppkpp uad. Paling tidak, kami bisa menjadi pendidik bagi anak2 kami di rumah, atau pembelajarn bagi kami pribadi untuk menjadi oarang yang lebih baik. Karena sejatinya belajar itu dilakukan sepanjang hayat. sejak dari kandungan sampai masuk kuburan.

Terimakasih kepada para dosen, kepada para karyawan TU, kepada segenap petugas kebersihan kampus, kepada seluruh warga sekolah tempat kami PPL, kepada UAD, kepada segenap teman2 PPKPP UAD angkatan VII, kepada petugas parkir...dan kepada keluarga di rumah atas segala bantuan, dukungan, ilmu, pengalaman, dan doanya yang telah menemani perjalanan kami menuntut ilmu di PPKPP....

dan yang paling utama syukur kami kepada Allah SWT...terima kasih atas kesehatan, panjang umur , kesempatan belajar dan rizki yang berlimpah kepada kami semua sehingga kami bisa menyelesaikan kulaih kami di ppkpp.




Sabtu, 10 November 2012

Milad Muhammadiyah ke 103


Hari ini cerita apa ya?....
hari ini saya mengantar anak saya ke acara pentas kreasi anak tk dalam rangka milad muhammadiyah ke 103 di balai desa sendangrejo, minggir, sleman. Acara yang utama adalah pentas seni anak-anak tk / kb dan mendengarkan dongeng dari Kak Bimo. Hm saya tertarik ingin mendengar juga bagaimana Kak bimo bercerita. maklum saya belum pernah ketemu kak bimo. Acara dimulai jam 8 pagi. sebagian anak-anak sudah berdandan habis-habisan karena mau pentas, tampil di panggung. Sebagian lagi ada yang datang terlambat dengan muka masih 'aras-arasen' ngantuk. sebagian lagi sudah duduk manis bersama teman-temanya bercengkrama. Wajah-wajah generasi penerus bangsa yang masih polos, bersemangat dan sehat ceria, mengingatkanku untuk selalu bersyukur atas nikmat kesehatan untuk kita semua sehingga masih bisa menghirup nafas cuma2 di dunia ini. Sejenak membayangkan saudara-saudara kita yg sedang terbaring sakit atau sedang ditimpa musibah...semakin mengingatkanku untuk terus berterimakasih kepada Allah atas segala nikmat dalam hidup ini.
Pada kesempatan pentas pertama kali, tampil anak-anak kelompok bermain yg masih imut2...mereka berdoa...dengan kepolosan mereka tak malukah kita yg dewasa ini sering lupa berdoa? padahal sejak kecil kita selalu diajarkan untuk berdoa dalam setiap perbuatan. segala adab dan doa yang dulu diajarkan oleh orang tua dan guru kita,...seolah satu persatu luntur seiring tambah usia. ...Dimana hafalan doa kita? sudah terganti dengan hafalan lagu-lagu cinta? dimana hafalan hadist kita? kalah sama anak2 balita....
Keberanian anak-anak tampil di depan publik sungguh patut diacungi jempol. Meskipun ada juga yang sampai di panggung malah menangis, takut mungkin lihat mikrofon...:) tapi mereka tetap anak-anak pemberani. anak-anak yang hebat. Kelak  setelah mereka dewasa, saya berharap mereka akan jadi pemimpin bangsa yang hebat. Hebat dalam ilmu dan hebat dalam amal ibadahnya.
Acara mendengarkan dongeng Kak bimo sungguh mengasyikkan, bahkan ibu-ibu yang mendampingi anak mereka, juga para ibu guru yang hadir disana ikut terhipnotis, fokus memperhatikan sang pendongeng. Dongengnya sih biasa aja, tapi cara membawakannya itu luarbiasa mengesankan pemirsa. :)
Dan yang paling saya suka, ceritanya mendidik, gaya bahasanya sesuai dengan pendengar, tapi tetap terselip nilai moral dan agama di sana.  yaiyalah...Kak Bimo ....master dongeng indonesia....:)
Masih betah kalaupun harus duduk manis berjam-jam mendengar cerita kak bimo, tapi sayangnya cuma sebentar....Pas pembagian hadiah juga tidak beruntung...:(
Setelah dongeng Kak Bimo sebenarnya masih banyak yang tampil pentas nyanyi maupun menari, tapi anak saya sudah mengeluh capek dan mengantuk. Ditambah kondisi badannya yang kurang fit karena batuk, akhirnya kami bertiga pulang duluan alias membolos sebelum acaranya usai.

Jumat, 09 November 2012

Ngantukdotkom

sinar mata mulai redup
bahasa tubuh gelisah
semilir angin mendukung penuh
cuaca mendung alibi sempurna
penat lelah mendera raga
respon otak menguapkan rasa

bosan rasa jenuh rasa
sayang tak ada ruang merebah raga
sesekali berat kelopak tak tertahan
hilang sadar dalam rung belajar
berharap sang waktu segera merayap, menuntaskan dahaga lelahnya raga
untuk berjumpa di pulau impian

Rana.16.02.12
pas kuliah p2kp2


Semangat

dikejar waktu
membuatku berlari mengejar bayanganku
kulipatgandakan kecepatan
maksimalkan tenaga dan kekuatan
abaikan segala bentuk godaan
menerjang segala halang

waktu tak lagi menunggu
'tuk sekedar meratapi masa lalu
apalagi buang percuma kesempatan

karena tujuanku adalah masa depan

ukiran mimpi masa depan gemilang
menuntutku terus melaju
kalaupun bisa kukalahkan sang waktu
kan kugenggam seluruh harapan
menuliskan dalam bingkai kenyataan
meraih bintang bukanlah impian
Karena bintangku slalu bersinar di jiwa.

Rana
160212
kuliah 401



lirik lagu favorit

panas panas mlaku
lali ra nggawa payung
sandale diseret
dlamakane mlenthung....


Sabtu, 03 November 2012

26112006

Bulan November. penuh barokah. barokah air hujan maupun barokah kebahagiaan. 26 november 2006. saksi sejarah tertuliskan kisah sepasang manusia yang mengikat janji suci. di halaman masjid kemiri. disaksikan sanak saudara dan tetangga. meski tanpa iringan musik dan bunga-bunga. juga tanpa dekorasi mewah maupun kursi pelaminan yang 'wah'. Meski hanya beralas tikar, berlatar tembok masjid dan diiringi suara kereta melintas....syahdunya sampai ke jiwa. Janji yang diucapkan, menjadi pengikat hati yang penuh cinta. Ditambah dengan doa tulus semua yang hadir di sana, semoga keluarga kami sakinah selamanya.

mimpi menjadi nyata. bersanding dua insan yang mencinta. senyum yang merekah tanda sukacita. Menatap masa depan yang penuh harapan kebahagiaan. tak ingin luka tak ingin duka mewarna.

masa itu, hanya sederhana seperti pintamu. namun tak kurang indah untuk dikenang. cinta kita menyatu dalam sepotong legalitas yang nyata. Dan sang putri dijemput sang ksatria. meski bukan dengan kereta kencana atau kuda gagah perkasa. Cukup naik 'astrea grand livina' dan membawa cinta.

Terima kasih Tuhan, Kau kirimkan cintaku melalui yahoo mesenger.....

Rana.20.19
meja op
edisi nostalgia





Ibuku Sayang....

kaulah nyala dalam gulitaku
penyemangat asaku bila layu

ibu
tak cukup tanda jasa kusematkan untukmu
tak cukup bintang di langit mengganti kilaumu
tak cukup emas permata membeli kasih sayangmu

ibu
dalam sunyimu
dalam diammu
adalah doa untukku

cinta yang tercurah
rasa yang selalu indah
terukir dalam senyum

ibu
perihmu kaupendam
sedihmu kau simpan
karena hanya bahagia yang kau bagikan

ibu
aku rindu....

Rana
031112.19.36
meja op

 

Desaku yang kucinta

Aku bersyukur hidup di desa.
 Jauh dari hiruk pikuk kota.
 Jauh dari segala goda dunia metropolitan
 Indahnya pagi dengan aroma kesegaran udara
dan tetesan kilau embun pada dedaunan hijau.
bersaut suara burung dan kokok ayam jantan.
riuh suara petani berangkat ke sawah garapan.
senyum senyum merekah tetangga sebelah

ah...nikmatnya suasana kekeluargaan di desa.
Jauh dari keangkuhan gedung gedung pencakar langit
sejuknya oksigen yang belum terpolusi
ramahnya sapa salam orang lalu lalang.

penat lelah terbayar canda ria anak anak tetangga
berlarian bermain bersama di halaman luas
sembari memetik bayam dan terong di pekarangan

indahnya persaudaraan di desa
bergotongroyong meringankan beban tetangga
saling mendoa bila susah lara dirasa
bertegursapa dan salam tak pernah lupa

terima kasih Tuhan...

Rana.031112
tunggu warung






Kamis, 01 November 2012

Hujan semalam

Aroma tanah basah yang khas
gemericik air mengalir
basah bumi basah halaman

rinai hujan disambut angin
dan ucap syukur penghuni bumi
rahmatNya tlah tercurah dari langit

dinginnya malam mengirimku dibalik selimut
mencari hangat di atas peraduan
ditemani gerimis malam  
dan riangnya suara katak pemanggil hujan

belum terlelap...
berisik suara atap beradu dengan bulir air hujan
yang menderas,..mengikis rasa panas seharian

dan tiba tiba kuingin berlari ke halaman
bermandi hujan
melepas penat lelah seharian

Rana
011112
11.34
wwpoll







Menyapih dengan cinta


Kalau boleh lebih lama lagi...sungguh aku enggan mengakhirinya. Tapi semua ini ada batasnya. Untuk kebaikanku dan untuk si kecil. Betapa rasanya kehilangan saat-saat yang penuh kehangatan bersamamu. Dan di sudut matamu yang basah, aku melihat rasa kehilangan itu. Kehilangan kenyamanan bersamaku .hilangnya kebiasaan yang bisa menenangkanmu. 27 bulan sudah kita lalui bersama . kubagi nutrisi murni  pemberian Tuhan ini untukmu. Kapanpun kau mau, akan tersedia rasa manis dan hangatnya pelukanku.Dan kini, ketika perlahan waktu kau harus melepaskan kebiasaan ini, kau harus kuat karena kau harus terus tumbuh menjadi kebanggaan kami kelak. Kucukupkan bekal nutrisi ini untukmu. Meskipun kurasakan berat, dan yang pasti kau lebih terluka dengan perpisahan ini.Malam-malam kini yang kaulalui dengan gelisah, galau dan penuh airmata kebingungan. Tangisanmu yang menyayat kalbu seolah mencari dekapan penuh cinta yang tak bisa kau ungkap dengan kata-kata. Kau hanya bisa menangis...dan menangis manja. Merajuk dengan galaunya hati akan perpisahan rasa ini. Percayalah sayang, ikatan kasih ini takkan pernah terhenti, meski tak  sedekat kulitku menyentuhmu lagi, meski hanya bisa memelukmu erat kini....tak kurang sedikitpun cinta untukmu. Cepatlah tumbuh besar nak,...kau harus melewati fase ini dengan kuat, agar kau lebih kuat menghadapi kerasnya hidup kelak....

Rana
311012