Kamis, 01 November 2012

Menyapih dengan cinta


Kalau boleh lebih lama lagi...sungguh aku enggan mengakhirinya. Tapi semua ini ada batasnya. Untuk kebaikanku dan untuk si kecil. Betapa rasanya kehilangan saat-saat yang penuh kehangatan bersamamu. Dan di sudut matamu yang basah, aku melihat rasa kehilangan itu. Kehilangan kenyamanan bersamaku .hilangnya kebiasaan yang bisa menenangkanmu. 27 bulan sudah kita lalui bersama . kubagi nutrisi murni  pemberian Tuhan ini untukmu. Kapanpun kau mau, akan tersedia rasa manis dan hangatnya pelukanku.Dan kini, ketika perlahan waktu kau harus melepaskan kebiasaan ini, kau harus kuat karena kau harus terus tumbuh menjadi kebanggaan kami kelak. Kucukupkan bekal nutrisi ini untukmu. Meskipun kurasakan berat, dan yang pasti kau lebih terluka dengan perpisahan ini.Malam-malam kini yang kaulalui dengan gelisah, galau dan penuh airmata kebingungan. Tangisanmu yang menyayat kalbu seolah mencari dekapan penuh cinta yang tak bisa kau ungkap dengan kata-kata. Kau hanya bisa menangis...dan menangis manja. Merajuk dengan galaunya hati akan perpisahan rasa ini. Percayalah sayang, ikatan kasih ini takkan pernah terhenti, meski tak  sedekat kulitku menyentuhmu lagi, meski hanya bisa memelukmu erat kini....tak kurang sedikitpun cinta untukmu. Cepatlah tumbuh besar nak,...kau harus melewati fase ini dengan kuat, agar kau lebih kuat menghadapi kerasnya hidup kelak....

Rana
311012

Tidak ada komentar: