Kalau boleh lebih lama lagi...sungguh aku enggan
mengakhirinya. Tapi semua ini ada batasnya. Untuk kebaikanku dan untuk si
kecil. Betapa rasanya kehilangan saat-saat yang penuh kehangatan bersamamu. Dan
di sudut matamu yang basah, aku melihat rasa kehilangan itu. Kehilangan
kenyamanan bersamaku .hilangnya kebiasaan yang bisa menenangkanmu. 27 bulan
sudah kita lalui bersama . kubagi nutrisi murni
pemberian Tuhan ini untukmu. Kapanpun kau mau, akan tersedia rasa manis
dan hangatnya pelukanku.Dan kini, ketika perlahan waktu kau harus melepaskan
kebiasaan ini, kau harus kuat karena kau harus terus tumbuh menjadi kebanggaan
kami kelak. Kucukupkan bekal nutrisi ini untukmu. Meskipun kurasakan berat, dan
yang pasti kau lebih terluka dengan perpisahan ini.Malam-malam kini yang
kaulalui dengan gelisah, galau dan penuh airmata kebingungan. Tangisanmu yang
menyayat kalbu seolah mencari dekapan penuh cinta yang tak bisa kau ungkap
dengan kata-kata. Kau hanya bisa menangis...dan menangis manja. Merajuk dengan
galaunya hati akan perpisahan rasa ini. Percayalah sayang, ikatan kasih ini
takkan pernah terhenti, meski tak
sedekat kulitku menyentuhmu lagi, meski hanya bisa memelukmu erat
kini....tak kurang sedikitpun cinta untukmu. Cepatlah tumbuh besar nak,...kau
harus melewati fase ini dengan kuat, agar kau lebih kuat menghadapi kerasnya
hidup kelak....
Rana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar