Setelah sekian lama hibernasi, .....
aku ingin menceritakan pada dunia tentang gelisah hatiku yang tak bertepi.
karena aku hanya manusia biasa yang masih punya perasaan, masih bisa sakit hati.
Banyak cerita banyak warna dalam kehidupanku, hitam , putih, bahkan abu-abu....meskipun sesekali merah, kuning, hijau, dan warna warni lainnya yang sering melukiskan pelangi hatiku.
Masa lalu adalah pengalaman dan pelajaran . Didalamnya ada banyak hal baik maupun hal buruk yang bisa kita jadikan cerita. Tak semua cerita musti dikenang, tak semua pengalaman mesti diulang. Karena hanya orang bodoh yang berulangkali mengulang cerita buruk kehidupan. Cukup sekali jika kita melakukan salah, cukup sekali aib tercoreng mewarnai lembaran masa lalu. Karena akan sangat rugi jika kita tak sedikitpun belajar dari pengalaman buruk masa lalu.
Waktu terus berjalan, usia kita akan menua, dan kelak di masa depan cerita tentang kita akan dikenang anak cucu. Maka sekarang waktunya kita mengisi hari hari kita dengan cerita yang baik. Cerita kehidupan yang jauh dari aib dan kesalahan. Karena khilaf itu dimaklumi jika sekali waktu kita lakukan, tapi jadi buruk jika dilakukan berulangkali.
Tuhan membekali kita dengan petunjuk hidup, dengan agama yang bisa kita jadikan rujukan jalan cerita. Bahkan telah banyak diceritakan segala pengalaman umat umat terdahulu, yang bisa kita jadikan teladan kebaikan, atau contoh keburukan yang harus dihindari.
Manusia tidak bisa hidup sendiri, karena anak manusia pun dilahirkan dari rahim manusia lain. Hasil kolaborasi sepasang manusia yang ditakdirkan bersama dalam ikatan pernikahan. Segala hal darinya memiliki konsekuensi sosial, keterikatan hubungan darah satu sama lain. Keluarga. Tempat dimana kita sebagai manusia dipandang segala baik buruknya. Selamanya nama keluarga kita akan melekat dalam setiap cerita yang kita buat. Lalu, pantaskah jika kita egois karena merasa apapun yang kita lakukan tak berdampak pada cerita keluarga kita?? Kita tidak bisa ingkari kenyataan, kita lahir dari rahim seorang Ibu, kita juga punya Bapak...kita juga memiliki saudara.....Lalu masihkah kita bisa dengan pongahnya melakukan segala hal buruk tanpa berpikir tentang akibatnya terhadap ibu bapak dan saudara saudara kita??
Tidak ada komentar:
Posting Komentar