Suatu masa ketika berjumpa kawan lama, rasanya membuncah kenangan masa
muda kami. Masa muda yang penuh dengan segudang rencana menggapai
cita-cita, meniti karir...dan menaklukkan dunia. Aku turut bahagia
dengan keberhasilan karir seorang kawan. Bukankah jalan hidup
masing-masing orang berbeda? perjuangan menuntut ilmu yang kami lalui
bersama di masa muda kini sudah terlihat hasilnya. dimana dulu ada gelak
tawa bersama di sudut kantin sekolah, ada raut kecemasan kala ujian,
ataupun omelan guru yang menemukan contekan...ah terlalu indah
dilupakan. kini, doa-doa para guru dan orangtua telah terkabul, ada yang
menjadi abdi negara, ada yang menjadi dokter, ada yang menjadi
pengusaha sukses, ada yang jadi guru, ada yang jadi dosen,...dan lain
lain dan sebagainya.
Kamis, 12 Maret 2015
Looking for inspiration
Aku hanya bengong menatap layar komputer. Ingin kutuliskan sebuah cerita atau sekedar catatan kecil tentang hidupku. Tapi jemariku rasanya kaku untuk menyentuh papan huruf. Ide ceritaku bahkan telah menguap bersama udara dingin malam ini. Bulan kedua, puncak musim penghujan menebarkan aroma tanah basah, gemericik air hujan dan bencana banjir ibukota.
Apa yang ingin kuceritakan? Kehidupanku hanya berkutat dengan cucian yang tak kunjung kering dan menu masakan yang berulang. Kesibukanku sebatas tugas rumah tangga biasa dengan kasih sayang yang luar biasa. Tuhan menitipkan dua malaikat kecil yang lucu dan sempurna mengisi kesibukan harianku.
Memberikan semangat baru dalam setiap langkah kakiku. Tak pernah kusesali jalan hidup yang kupilih.Pun ketika aku memilih lelaki hebatku, yang menjadikanku sebagai 'mentari' dalam hidupnya. Kebanggaan yang terasa istimewa ketika aku menjadi istri untuknya sekaligus ibu untuk anak-anak kami.
tiptip
Apa yang ingin kuceritakan? Kehidupanku hanya berkutat dengan cucian yang tak kunjung kering dan menu masakan yang berulang. Kesibukanku sebatas tugas rumah tangga biasa dengan kasih sayang yang luar biasa. Tuhan menitipkan dua malaikat kecil yang lucu dan sempurna mengisi kesibukan harianku.
Memberikan semangat baru dalam setiap langkah kakiku. Tak pernah kusesali jalan hidup yang kupilih.Pun ketika aku memilih lelaki hebatku, yang menjadikanku sebagai 'mentari' dalam hidupnya. Kebanggaan yang terasa istimewa ketika aku menjadi istri untuknya sekaligus ibu untuk anak-anak kami.
tiptip
feb 2015
Selasa, 10 Maret 2015
Pernikahan
Pernikahan, sejatinya sebuah momen
sakral bernilai ibadah. Namun, gebyar ambisi kadang menjadikan momentum
pernikahan sebagai ajang eksposisi. Pernikahan diatur secara rinci dalam hukum agama
kami. Tak kurang dan tak lebih ada syarat syarat yang harus dipenuhi, dan ada
pula batasan batasan yang harus diperhatikan. Namun, modernitas kehidupan yg
kini berkembang telah banyak mengikis makna pernikahan sebatas gebyar pesta dan
kesenangan semata. Angka perceraian yang terus bertambah setiap hari,
menunjukkan rendahnya kualitas pernikahan sejati yang terjalin. Bahkan ada yang
menjadikannya sekedar untuk status prestisius. Tak jarang limpahan materi pun
membutakan mata nurani akan hakikat pernikahan.
Menyatukan dua manusia dalam pernikahan tidak sekedar menjadikannya raja dan ratu sehari dalam kemegahan pesta yang “wah”. Tidak semata-mata menjamu kawan dan saudara dengan aneka hidangan yang memanjakan selera. Disana ada pula dua keluarga yang menyatu menjadi satu ikatan “besan”. Dengan segala konsekuensi dan adaptasi satu sama lain. Pernikahan bukanlah akhir dari petualangan insan yang dimabuk asmara, tapi justru langkah awal menyemaikan cinta yang legal dengan segala konsekuensinya. Siap tidak siap, dengan menikah kita akan memulai kehidupan baru, dengan keluarga baru...dan segala masalah baru yang mungkin akan muncul di kemudian hari. Ibarat mengarungi samudra tak bertepi, setiap saat harus siap menemui gelombang , merasakan hujan angin badai, merasakan sejuk panas sinar mentari, atau bahkan merindui rerumputan daratan yang jauh dari pandangan.
Pernikahan adalah perjalanan hidup sepasang manusia yang penuh warna. Rangkaian komposisi warna yang tepat, akan dapat menghasilkan warna pelangi yang indah. Tapi jika tidak, maka yg terlihat hanya warna putih semata...yang tanpa rasa.
Menyatukan dua manusia dalam pernikahan tidak sekedar menjadikannya raja dan ratu sehari dalam kemegahan pesta yang “wah”. Tidak semata-mata menjamu kawan dan saudara dengan aneka hidangan yang memanjakan selera. Disana ada pula dua keluarga yang menyatu menjadi satu ikatan “besan”. Dengan segala konsekuensi dan adaptasi satu sama lain. Pernikahan bukanlah akhir dari petualangan insan yang dimabuk asmara, tapi justru langkah awal menyemaikan cinta yang legal dengan segala konsekuensinya. Siap tidak siap, dengan menikah kita akan memulai kehidupan baru, dengan keluarga baru...dan segala masalah baru yang mungkin akan muncul di kemudian hari. Ibarat mengarungi samudra tak bertepi, setiap saat harus siap menemui gelombang , merasakan hujan angin badai, merasakan sejuk panas sinar mentari, atau bahkan merindui rerumputan daratan yang jauh dari pandangan.
Pernikahan adalah perjalanan hidup sepasang manusia yang penuh warna. Rangkaian komposisi warna yang tepat, akan dapat menghasilkan warna pelangi yang indah. Tapi jika tidak, maka yg terlihat hanya warna putih semata...yang tanpa rasa.
Tiptip
20.20 :10.03.2015
kamar wetan ndalem shobaren
20.20 :10.03.2015
kamar wetan ndalem shobaren
Langganan:
Postingan (Atom)