Senin, 20 Februari 2012

tersenyumlah malaikat malaikat kecilku....





dunia anak anak yang polos dan tanpa beban
lihatlah senyum mereka yang tulus,...
akankah kita sanggup melukai perasaan mereka demi kepentingan dan egoisme semata?
anak2 tak punya dosa
kenapa mereka harus menanggung akibat dari dosa masa lalu kita?
anak adalah amanah Yang Maha Kuasa...
yang harus kita jaga hati dan perasaannya
yang harus kita rawat dan sayangi sepenuh cinta
yang harus kita didik sesuai ajaran agama
lihatlah kepolosan anak anak itu
matanya bening menerawang masa depan gemilang
akankah kita tega menjerumuskannay pada kesesatan??

makhluk makhluk kecil yang penuh cinta...
pada mereka kelak generasi kita berlanjut
wariskanlah dunia yang damai tanpa kekerasan
wariskanlah budaya yang santun bersahaja
wariskanlah jalan kebenaran beragama

 rana, 20022012
10:49 meja ngarepan



Kamis, 16 Februari 2012

obrolan peserta seminar

Sabtu, 11 Februari 2012 kemarin, saya mengikuti seminar nasional pendidikan yang diselenggarakan kampus, itulah pertama kalinya saya jadi peserta seminar. ternyata ngikut seminar itu duduk manis mendengarkan orang ceramah, kayak kuliah tapi lebih parah karena dari pagi sampe sore...dan yang lebih parah lagi kalo kita tidak mendengarkan tapi malah ngantuk atau ngobrol dengan peserta lain.
Ceritanya saya pun ngantuk pada sesi pertama,...maklum biasanya jam segitu ngelonin anak..hehehe alibi sempurna :) e ternyata sebelah saya juga ngantuk [ngantuk nular kali ya?]..jadilah kita punya alibi untuk ngobrol 'ngalor ngidul' dengan alasan 'ben ra ngantuk'.
Yang menarik dari obrolan kami adalah bahwa banyak orang tua yang masih 'cognitiv minded' dalam memandang pendidikan, atau bahkan pekerjaan. terutama untuk menentukan pendidikan yang harus ditempuh anaknya berlanjut kepada pekerjaan apa saja yang menurut kebanyakan orang dianggap layak. Aneh ya...karena menurut saya tugas orangtua hanyalah mengarahkan kemana pengembangan potensi anak yang dominan agar si anak sukses bahagia lahir batin dunia akhirat [mantep kan?] bukan memaksakan kehendak dan keinginan orangtua?
Di negara kita, pendidikan masih sebatas pencapaian nilai kognitif. apalagi orangtua kita akan bangga bila anaknya mendapat rangking 1, juara kelas, paling pintar, paling.....dan paling2 lainnya....Padahal prestai siswa itu sejatinya bukan untuk dikompetisikan satu sama lain, kecuali itu dalam suatu lomba. dalam sekolah, masing2 anak punya potensi yang berbeda satu sama lain yang harus diberi kesempatan seluas luasnya untuk dikembangkan secara positif. kenapa? karena tiap individu terlahir unik dan berbeda. ada anak yang pandai berhitung tapi tak pandai berbahasa. dada juga anak yang pandai bernyanyi namun tak pandai dalam hitungan matematika....tak mengapa, toh masing2 punya nilai lebih. Dan apapun itu harus disyukuri.
Kenapa banyak orangtua lebih bangga jika anak mereka pandai berhitung daripada berbakat seni?? menurut mereka, prospek kerja bidang seni tidak jelas dan tidak membanggakan..
yang terpenting justru bagaimana kita menjalani apapun pekerjaan kita,...karena sesuatu yang dijalani dengan setengah hati tidak akan menghasilkan cinta sepenuh hati.
Ada lagi yang menarik waktu saya tanya apa pekerjaan anda? guru les jawabnya, yang kebanyakan orang bahkan orangtuanya sendiri menganggap itu bukan suatu profesi. pekerjaan yang tidak dianggap??wah susah juga tu, kita dah capek2 kerja tapi nggak dianggap kerja. padahal kita berusaha secara profesional komitmen dengan pekerjaan itu bahkan bisa menghasilkan rupiah yang lumayan..Apalgi saya, yang statusnya'cuma' sebagai ibu rumah tangga??...capeknya pasti ,tanggungjawabnya dunia akherat, gak dapat menghasilkan uang,.....dianggap pengangguran....uffh...rasanya kok tak adil ya. Tapi gak papalah,..saya investasi untuk akherat saya kelak, pun untuk anak-anak saya agar bisa mendapatkan kasih sayang dan perhatian yang penuh dari saya sebagai ibu mereka.
sekian dulu cerita oleh oleh dari seminar...

Rabu, 15 Februari 2012

Belajar

Belajar adalah proses,..
Bertahun tahun sekolah dari tk, sd, smp, sma, sampe kelar kuliah pun belum menjamin hasil yang memuaskan. Belajar bagiku tidak harus duduk manis di kelas. karena pengalamanku di kelas 'paling banter mung ngantuk'..:). secara klasik, istilah belajar adalah membaca buku, mengerjakan pr dari bu guru, atau menghafal rumus-rumus....tapi lain dulu lain sekarang, anak jaman teknologi cukup disediakan laptop plus koneksi internet pun disebut belajar[katanya], ada lagi yang cukup pegang BB, ipad atau apalah nama gadget2 canggih terbaru yang lagi tren saat ini. Efek negatifnya, anak jadi 'males' buat baca buku [katanya sih gak jaman lagi]. sayang sekali, kita sering lupa bahwa buku adalah jendela ilmu, karena jendela dunia kita sekarang kebanyakan berupa 'windows seven'.


first

limabelas-februari-duaribuduabelas

posting pertama,
segala sesuatu yang pertama kali pasti mengesankan, atau paling tidak meninggalkan kesan tersendiri.