Selasa, 30 Oktober 2012

Berbagi ASI untuk bayi

Sedih...ketika saya  menyaksikan bayi mungil yang baru berumur hitungan hari harus merasakan 'nikmatnya' sufor. Lalu dimana realisasi himbauan pemerintah tentang asi eksklusif 6 bulan itu? Apakah gaungnya tak sampai ke setiap calon ibu di negara ini? Apakah karena meriahnya kampanye politik yang mengalahkan kampanye asi? Saya tidak berniat menyalahkan siapapun dalam hal ini. Tapi kalaulah boleh sebagai bahan renungan dan introspeksi diri para perempuan, calon ibu, maupun ibu-ibu lainnya.  Ada baiknya sebelum kita merencanakan kehamilan atau bahkan sejak kita merencanakan pernikahan maka rencanakan pula kelak kita akan memberikan asupan nutrisi terbaik bagi anak2 kita. Terutama pada  dua tahun awal kehidupan mereka. Nutrisi tinggi yang telah disediakan Tuhan untuk manusia ciptaanNya, yaitu ASI. Kenapa harus asi? bukankah sekarang sudah banyak tersedia sufor dengan berbagai pilihan harga dan kualitas yang menjanjikan? bagaimana kalau asi nya kurang lancar? bagaimana kalau ibu bekerja di kantor dari pagi sampai sore?....dan sederet pertanyaan itu pasti akan muncul. Sekarang ini jamannya internet untuk rakyat, setiap orang dengan gampang bisa mengakses informasi apapun dari internet. Jadi kalau memang kita ingin tahu lebih banyak tentang asi, maka tak ada salahnya kita tanya 'mbah google'. Karena berdasar pengalaman saya yang tidak punya latar belakang ilmu kesehatan pun (bukan dokter, bidan ataupun perawat) sangat merasa terbantu dengan informasi yang saya dapat dari internet. Atau kalau memang ingin lebih valid bisa mencari informasi di klinik2 laktasi di rumahsakit, tapi lebih ribet kan? Belajar tentang asi, akan membuat kita lebih siap untuk memberikan asi eksklusif untuk anak-anak kita. Hambatan, rintangan dan tantangan pasti ada...tapi semua itu akan dengan mudah kita lewati jika kita yakin bahwa hanya asi yang terbaik untuk anak manusia.

rana
12.05
garasi wwpoll



Sabtu, 27 Oktober 2012

Jurnal PPL PPKPP Spetenta



17 Juli 2012 13.00 wib

Teleponku berdering. Setelah hampir 2 minggu menanti kabar dari kampus tentang lokasi ppl. Siang itu suara bapak staf  TU kampus mengabarkan bahwasanya lokasi ppl kami dipindahkan ke SMP Negeri 10 Yogyakarta. Untuk acara penerjunan, kami diminta datang ke lokasi keesokan harinya yaitu tgl 18 Juli 2012 pukul 13.00 wib. Sempat panik, berita yg mendadak dan lokasi yg tak terbayang sebelumnya. Apa mau dikata, sudah diputuskan oleh pihak kampus dan pihak sekolah untuk kesepakatan kegiatan ppl kelompok kami. Maka mulailah saya mengirim pesan singkat untuk semua kawan satu tim  mengenai berita tersebut. Dan bisa ditebak, reaksi mereka tak kalah paniknya dengan saya. Saya pun mencari informasi ttg SMP 10, via internet, via kerabat untuk memastikan alamat tepatnya.

18 Juli 2012 13.30 wib

Secara resmi, kami tim ppl ppkpp uad diterima oleh pihak sekolah di lab bahasa. Sebelumnya Bu dosen telah 'memasrahkan' kami untuk belajar menjadi guru yang sesungguhnya di smp n 10 yogyakrta ini. Anggota tim kami 15 orang, semuanya perempuan, dan 3 diantaranya sedang mengandung/hamil. Spontan dan mengejutkan , saya dipilih jadi ketua tim. Jujur saya sebenarnya ingin menolaknya, karena saya merasa tak pantas dan kurang berpengalaman untuk jadi 'sang ketua'..dan saya lebih suka menyebutnya sebagai koordinator, hanya untuk memudahkan penyampaian informasi dalam tim. Agar saya tidak merasa 'sok' mentang2 jadi ketua dan berkuasa... Okelah tanggungjawab ini saya terima sebagai bahan pembelajaran dan pengalaman saya, semoga sampai akhir tugas nanti saya bisa menjaga amanah sebagai ketua tim ppl ini.

23 Juli 2012 07.00 wib

Hari pertama di sini. dejavu. saya justru merasakan kembali suasana menjadi pelajar smp. padahal 3 bulan ke depan saya harus belajar menjadi seorang guru di sekolah ini. Tapi anehnya, jiwa saya merasa kembali ke masa abg, kembali merasa sebagai siswa yg sedang belajar,....rasanya saya pun tiba2 rindu akan teman2 smp saya dulu. rindu akan masa2 indah bersama guru-guru yg hebat di almamater saya dulu, di SMP N 1 Wates. hmmm....apa kabar kalian semua???

23 Juli - 11 Agustus 2012

Kegiatan Ramadhan di Spetenta, kami mahasiswa ppl diminta untuk menjadi guru pendamping dalam kegiatan keagamaan selama bulan puasa ini. karena kebetulan jumlahnya pas 15 orang, sesuai dgn jumlah kelas yg ada, masing2 mahasiswa mengampu 1 kelas. Dalam hal ini kami hanya memantau kegiatan sholat dhuha, kegiatan sholat dhuhur berjamaah dan mentoring hafalan Al Qur'an para siswa. Alhamdulillah, semoga apa yg menjadi tugas kami ini menambahkan pahala dan menambah ilmu agama kami. Saya mendapat jatah mendampingi kelas VIIA. Karena setiap jam istirahat selama puasa saya mengecek hafalan Al Qur'an di kls mereka, ada beberapa siswa VIIA yg setiap ketemu saya di luar kelas, dalam suasana apapun pasti menyapa saya dgn sapaan yg unik,"mbak...ngajii mbak..." hehehe...ada-ada saja ulah mereka.

12 Agustus - 27 Agustus 2012

Libur lebaran...lumayan istirahat sejenak dari aktifitas ppl. Kembali menjalani rutinitas sebagai ibu rumah tangga yang sibuk silaturahmi pasca lebaran..:)

28 Agustus 2012 - 6 September 2012

Kegiatan observasi kelas, sebelum praktek mengajar menjadi agenda kami minggu ini.

6 september 2012 - 29 September 2012

Akhirnya jadwal mengajar sudah disepakati....selama 3 minggu ini kami melaksanakan kegiatan praktek mengajar sesuai jadwal masing2 yang telah disepakati dengan guru pembimbing. Banyak cerita dan pengalaman seru yang kami temui di kelas. banyak juga saran dan masukan dari guru pembimbing yang dengan sabar  mengajari kami agar kelak menjadi guru yang profesional.

30 September 2012 -  6 Oktober 2012

kalau ditanya tentang perasaan,...rasanya legaa..Semua anggota tim ppl telah selesai menjalankan tugas wajib, yaitu praktek mengajar. Dua personil yang hamil sudah saya sarankan untuk tidak 'wira-wiri ke sekolah lagi karena saya mengantisipasi resiko terburuk dari kondisi kehamilan mereka.Minggu ini kami fokus untuk mengumpulkan semua berkas yang akan disusun dalam laporan. lumayan menyita tenaga dan fikiran apalagi uang terlebih waktu...karena ternyata masih banyak hal detil yang harus diperbaiki lagi agar laporan kami  mendekati nilai 'perfecto'...:)
Laporan sudah 'fix' tapi....kami masih harus banyak belajar, terutama belajar sabar...karena meskipun beberapa kelompok ppl di sekolah lain sudah ditarik, dan kami belum. Secara pribadi ada beban mental terhadap teman2 seperjuangan di kampus, bahwa mereka yang sudah selesai harus menunggu kami selesai dan itupun belum jelas waktunya sampai kapan. Entahlah, kami pun tidak ingin saling menyalahkan, toh semua berjalan sesuai prosedur yang ada dan tiap2 sekolah punya kebijakan dan aturan masing2.

8 Oktober 2012 - 13 Oktober 2012

Sekolah sedang mengadakan ujian mid semester. dan untuk menambah pengalaman kami , selama jadwal tes kami diminta untuk masih tetap 'stay' di sekolah ini. meskipun kami tidak dilibatkan sebagai pengawas ujian, kami bisa melihat langsung bagaimana suasana ujian di sekolah. Dan imajinasi kami tiba2 kembali ke masa lampau, mengenang saat kami dulu menempuh ujian di smp.

Hari sabtu siang, 13 Oktober, di ruang lab bahasa,...akhirnya diadakan koordinasi antara mahasiswa ppl dengan bapak hastoro, selaku guru koordinator ppl, dan siang itu telah diputuskan bahwa kegiatan ppl kami bisa dikatakan sudah cukup. 'draft' laporan sudah diperiksa, tinggal digandakan dan dijilid rapi...
Legaaa...karena minggu depan sudah bisa meng-agendakan acara penarikan...:)

15 Oktober 2012 - 20 Oktober 2012

Lelah hati, lelah fisik....tak dirasa meski raga sudah unjuk rasa minta istirahat. Ketika sebagian dari anggota tim sudah harus kembali ke tempat kerja masing2, sebagian lagi harus benar2 istirahat di rumah karena kondisi fisik yang kurang fit, ......dan sisanya harus terus berjuang minngu ini untuk menyelesaikan segala administrasi laporan. Tetap semangat, meski emosi kadang sulit terkendali, semua capek dan ingin cepat selesai.... Syukurlah beberapa dari kami masih diberi kesehatan fisik yang prima sehingga semua bisa selesai sesuai jadwal yang direncana.
Sayangnya rencana untuk penarikan hari sabtu ini tidak bisa. dan diundur sampai hari selasa. lagi lagi kami harus bersabar...

22 Oktober 2012

Siang hari yang panas,...tiba-tiba kami dikejutkan oleh kedatangan dpl kami ke sekolah. Rupanya beliau ada tugas dinas mendadak ke jakarta sore ini. dan karenanya...siang itu tanpa seremonial berarti, kami tim ppl di smp negeri 10 telah resmi ditarik meski acara formalnya sesuai jadwal yaitu selasa siang.
Plong...tinggal acara pamitan dengan warga sekolah besok pagi.

23 Oktober 2012

Sejak pagi semua sibuk dengan persiapan acara pelepasan. Ada yang membungkus'kado kenang-kenangan' ada yang membagikan makanan untuk para guru dan karyawan, ada yang menata meja kursi di lab bahasa, eh...masih ada juga yang sibuk ngisi kelas karena guru yang bertugas sedang berhalangan mengajar....tapi...semua menjalani hari ini dengan penuh sukacita, menandai telah selesai satu tugas 'berat' yang menjadi syarat kelulusan kami...
Siang hari, setelah bel sekolah tanda pulang dibunyikan, kami semua berpamitan dengan bapak ibu guru di ruang guru...hiks hiks...makasih pak bu...atas semua bantuan dan bimbingannya, mohon maaf juga kalau banyak salah kata dan perbuatan...sudah merepotkan dan menambah beban ...hiks hiks...terharuu...karena para guru mendoakan kami semua agar sukses dan kelak bisa mengamalkan ilmu yg didapat...
acara pelepasan di lab bahasa pun digelar, meski pada akhirnya tanpa kehadiran bu dosen, kami pun resmi dilepaskan oleh sekolah ini. Diiringi doa dari segenap guru dan juga bapak kepala sekolah semoga kelak kami dapat menggapai cita2 kami...Terimakasih pak bu,...terimakasih semuanya atas kesempatan dan bimbingan yang diberikan kepada kami....

Akhirnya...kebersamaan ini harus berakhir hari ini,...tapi ikatan persaudaraan kami akan selamanya...

Terima kasih teman-teman....Terima kasih semua warga Spetenta.....dan juga para penyuplai logistik yang mangkal di depan sekolah...:) Terima Kasih semuanya



Edisi Menanti Inspirasi

Inspirasi bisa datang kapan saja, di mana saja . Bahkan disaat kita sedang dalam kesedihan yang mendalam, bahkan disaat kita setengah mati mencari inspirasi, ia akan muncul tanpa diminta atau diprogram. Inspirasi lahir dari hal-hal kecil yang mungkin sering tidak kita sadari. Bisa juga ia muncul bersamaan dengan kejadian luar biasa di sekitar kita, atau dari orang teristimewa dalam kehidupan kita. Sayangnya ia sering pergi tanpa pesan, tiba-tiba hilang dari angan kita....dan menyisakan kebingungan yang mendalam. Dalam kehidupan ini, kita butuh inspirasi untuk memotivasi kreativitas dan kerja kita. Ada kalanya kita malas, dan bengong berjam-jam dengan alasan menunggu inspirasi untuk bergerak kembali. Inspirasi pun enggan dipaksa, ia justru akan datang menjadi ide cemerlang di saat yang tepat. Karenanya segera tuangkan ide dan inspirasimu memjadi suatu karya yang mungkin kelak bisa menginspirasi orang lain juga. mulailah dari hal hal kecil di sekitar kita, untuk menambah kepekaan hati dan empati emosi. Tetap semangat ya!!!

Rana 20:21
ndalem shobaren

Rabu, 24 Oktober 2012

Rencana kita atau rencana Tuhan?



Saya tak habis pikir ketika saya mendengar kawan saya bercerita tentang kehamilannya yang ketiga yang disebutnya dengan 'kecelakaan' atau lebih tepatnya 'tidak direncana'. Lebih kagetnya lagi dia juga mengatakan hal yang sama tentang tiga kali kehamilan yang sebelumnya. Entah apa yang dipikirkannya. bukankah kehadiran anak di tengah-tengah keluarga adalah hal yang sangat didambakan oleh setiap pasangan yang sudah menikah? Bahkan ada yang bertahun tahun berusaha untuk mendapatkan keturunan tapi belum berhasil juga. Sebenarnya, anak itu rencana kita atau rencana Allah? Di lain tempat, ada sepasang suami istri yang sudah puluhan tahun menikah belum jua dikaruniai keturunan. Ada juga yang harus menunggu 10 tahun kemudian baru memiliki anak, bahkan 3 tahun setelahnya dikaruniai lagi sepasang anak kembar. Subhanallah...anak itu memang karunia, anugrah bagi orang tua yang telah direncanakan oleh Sang Pencipta untuk selalu kita jaga, kita rawat dan kita sayangi. Karena bagaimanapun kita berusaha kalau tanpa kemurahan Sang Pencipta maka takkan pernah ada yang akan lahir dari rahim seorang wanita. Bahkan seandainya anak yang kita lahirkan kurang sempurna, itupun tetap harus kita sayangi sebagai anugrah terindah dalam hidup kita. dan kalaupun anak yang kita lahirkan tak sesuai dengan harapan kita, sepatutnya tetap harus kita syukuri dan kita rawat sebaik mungkin karena kelak di akhirat akan diminta pertanggungjawaban atas titipanNya ini. Sekiranya kita menyesali kehadiran sang buah hati, renungkan lagi atas segala nikmat yang telah kita peroleh, dan bayangkanlah betapa nikmat kita akan bertambah seiring kehadiran si buah hati.Dan bersyukurlah karena Allah telah memilih kita untuk mengemban amanah merawat makhluk istimewa. dan itulah bukti kasih sayangNYA terhadap kita...:)

Sabtu, 20 Oktober 2012

Tragedi Tambal Ban yang Aneh

Tadi malam, sepulang dari RS menjenguk teman ban motor kami bocor di jalan. Tak jauh dari kami ternyata ada bengkel tambal ban yang masih buka. Tanpa pikir panjang kami langsung memarkir sepeda motor di depan bengkel dan dengan sigap bapak tukang bengkel langsung membongkar ban untuk proses penambalan. setelah dibuka, melihat banyaknya bekas tambalan pada ban dalam, beliau menyarankan untuk ganti ban yang baru saja, kamipun setuju. Sedetik kemudian beliau juga menyarankan bagaimana kalau sekalian saja ganti ban luar karena sudah lumayan aus juga. Sejenak melihat ban, kamipun menyetujui usulan tersebut. dan kekacauan dimulai, ketika si bapak mengambil sebuah ban'baru' yg akan dipasang pada motor kami. Ternyata sebuah ban aspal, asli tapi palsu yaitu ban bekas yang sudah divulkanisir sehingga tampak baru dan bagus. Tapi untungnya kami cukup teliti dan sedikit banyak tahu tentang'ban vulkanisir'. Kami sempat bersitegang, karena si bapak itu setengah memaksa dengan mengatakan bahwa ini ban baru, sortiran dari pabrik bahkan dengan menyebutkan satu merk ban yg lumayan tenar. Tidak mau kalah, kami mengecek ban dengan teliti ternyata disitu terlihat merk asli ban yang sudah diganti merk lain setelah proses vulkanisir. Karena pada awalnya kami pikir akan diganti ban yang baru dan orisinil, kami akhirnya memutuskan untuk tidak jd mengganti ban luar. Dengan pertimbangan masih bisa ganti di bengkel langganan kami besok pagi karena yang penting bagi kami faktor keamanan yg beresiko jika menggunakan ban 'bekas'. Berhubung roda sdh terlanjur dibongkar, si pemilik bengkel tidak mau rugi dan bersikeras mengganti ban, lalu beliau pergi mencari ban yang orisinil baru. Lumayan lama kami menunggu. Akhirnya, si bapak kembali dengan membawa ban yg baru. Dengan kasar dan penuh kemarahan, dilemparkannya ban itu didepan kami. Dengan nada penuh emosi si bapak menyuruh kami mengecek lagi dan memastikan keaslian ban. Hmm...sudah mulai tidak kondusif karena selama memasang ban kembali, si bapak terus meracau marah dan meluapkan kekesalannya terhadap kami. setelah selesai proses pemasangan kami segera membayar ongkos yang ternyata juga luarbiasa mahal diatas normal harga ban. Tapi tak apalah kami juga terlanjur jengkel dan lebih baik segera pulang daripada kelamaan dimaki-maki. karena hari sudah malam makaa kami bergegas pulang. sesampainya di rumah kami mengecek lagi ban motor yang baru dipasang tadi dan ternyata si bapak entah sengaja atau tidak , telah memasang ban secara terbalik (tidak sesuai dengan rotasi yg tertulis dari pabrik).

Sebuah pengalaman yang wagu. Dan dari situ saya hanya bisa mendoakan semoga kejadian ini tidak terulang lagi. Karenanya harus lebih hati2 terutama jika berurusan dengan pemilik bengkel 'abal-abal'  yang suka maksa dan ditambah lagi sikapnya yang kurang patut dalam melayani customer. :(

Jumat, 19 Oktober 2012

Kenangan Kebersamaan Pe Pe El Spetenta

Tiba tiba kok jadi melankolis. Tinggal beberapa hari lagi kita berpisah. Setelah hampir 3 bulan ini kita setiap hari bersama dalam satu asa dan perjuangan meraih cita. Banyak hal yang terjadi, banyak hal yang terbagi. Saling bekerjasama, berbagi rasa, berbagi cerita bahkan berbagi nutrisi. Waktu yang terlalu singkat untuk mengenal satu sama lain namun cukup lama untuk melupakan semua kenangan ini. Basecamp penuh cinta, tempat berbagi cerita, berdebat, bahkan istirahat sejenak melepas penat. Tak jarang saling bersitegang adu pendapat, namun tak sedikitpun mengurangi kemesraan persaudaraan. Banyak ilmu baru yang kita dapatkan di sini, menggali potensi diri, menambah wawasan keilmuan dan yang pasti menambah teman dan sahabat. Seiring waktu, banyak keluh kesah terucap namun tak mengurangi kesyukuran atas segala nikmat. Bahkan di tengah perjalanan ini, ada duka yang mendalam, ada banyak kehilangan yang mungkin disesalkan, namun tak  kurang canda tawa penghibur luka sahabat di sini. Bersama menanggung beban, menguras emosi, menguras tenaga dan pastinya menguras isi dompet...:) Beberapa hari lagi, kita akan masing-masing kembali pada rutinitas lain yang telah menanti, tak lagi berkumpul di basecamp untuk koordinasi dan tak ada lagi sarapan pagidi warung angkring depan sekolah ;). beberapa hari lagi, tunai sudah kewajiban kita atas tanggungjawab belajar sebagai calon pendidik. Banyak doa dan harapan dari semua warga spetenta untuk kita, dengan tulus mereka mendoakan kelak kita semua jadi pendidik-pendidik generasi penerus bangsa. Tak lupa semoga ilmu kita bermanfaat bagi alam semesta dan sesama manusia. Dengan segenap rasa terima kasih atas segala kenangan indah kita....ijinkan saya mengikatkan jalinan ini menjadi saudara yang akan selalu mengenang sepanjang kehidupan. dan tak lupa Mohon kelapangan hati untuk memaafkan segala kesalahan yang disengaja maupun tidak direncana. Selamat berjuang kawan,...jalan kita masih panjang. Manfaatkan setiap kesempatan dengan persiapan yang matang. Usaha dan doa tak jemu untuk menggapai cita-cita mulia kita. Amiin. teruslah belajar dalam kehidupan. I'm gonna miss u all, ppl spetenta ppkpp 2012.

Rana191012
ndalem shobaren

Udud=Maut

Akhir akhir ini saya merasa sangat kesal jika kebetulan satu ruangan dengan orang yang sedang merokok. Bahkan jika melihat seseorang merokok pun menjadikan saya ilfeel. Sungguh saya tidak pernah bisa memahami jalan pikiran para perokok aktif itu. Kebanyakan dari mereka tidak lagi peduli tentang larangan merokok di tempat umum.Dengan santainya menikmati sesuatu yang menebarkan racun untuk orang2 yang menghisap asapnya. Tak kurang segala bentuk kampanye anti rokok dan segala peraturan larangan merokok sudah dibuat. Tapi yang terjadi justru angka ketergantungan terhadap rokok semakin menggila. Dan yang lebih memprihatinkan, sebagian besar perokok aktif adalah remaja dan anak-anak. Mau jadi apa generasi penerus ini, kalau dari kecil sudah kecanduan rokok. Secara fisik, tubuh mereka sudah teracuni zat-zat kimia berbahaya. Secara etika mereka sudah tidak lagi mengindahkan norma kesopanan dalam hal menghargai hak hirup udara segar orang-orang disekitarnya. Secara ekonomi, mereka boros karena harga rokok tidak murah dan kalaupun pengeluaran uang rokok ini diakumulasi maka dalam setahun saja akan membuat kita tercengang, betapa banyak uang yang sia-sia 'terbakar'.

Aturan kawasan bebas asap rokok yang sudah menjadi perda saja tidak mempan  membuat jera para perokok. Tidak cukup tindakan pemerintah, sebuah ormas Islam pun memberikan label haram untuk rokok, tak jua mengurangi niat perokok. yang ada para perokok itu akan berkurang satu persatu karena kematian.
rana191012
wwpoll


Selasa, 16 Oktober 2012

Bangga berbahasa Jawa

Teringat ketika anak saya di sekolah menyanyikan lagu berbahasa jawa "lir ilir"...dan semua temannya malah bingung seolah anak saya memakai bahasa planet lain. Hello....kita tinggal di Jogja, bahkan jauh dari pusat kota Jogja alias di desa kenapa ada yang memakai bahasa jawa kok malah terasa asing di telinga??
Anak2 jawa sekarang banyak yang tidak mengerti bahasa jawa, karena sejak belajar bicara oleh orang tua atau pengasuhnya justru dibiasakan untuk menggunakan bahasa Indonesia.maksudnya sih biar nasionalis, modern dan keren (?) . Mungkinkah para orangtua itu lupa, bahwa sebagai orang jawa, harus ikut nguri-uri kabudayan terutama bahasanya? Karena setahu saya, dalam tatanan bahasa Jawa itu terdapat tatanan sopan santun dan tata krama yang amat bagus dalam kaitannya penghormatan kepada orang lain. Ya, kalau dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar tentu juga bagus untuk diaplikasikan tapi saya kok lebih sreg n mantep atine nek sebagai wong jawa paham dan mau menggunakan bahasa jawa dalam kehidupan sehari-hari. Boleh saja kita belajar bahasa lain, tapi penggunaannya harus disesuaikan situasi dan lingkungan. lha nek mung tuku lombok neng pasar yo le nembung nggo basa jawa wae,,,:) nek ketemu turis asing po turis lokal luar jawa nembe dipraktekke bahasa endi sing cocok. 

Bahasa indonesia sekarang ini telah banyak mengalami perubahan. terkontaminasi bahasa alay bahasa lebay n bahasa gaul. 

kalau kita aja yg memilikinya tidak mau menggunakan, maka bahasa itu akan semakin hilang dan hilang pada generasi yang akan datang.

Marilah kita berbangga dengan apa yang kita punya jangan sampe bahasa daerah kita diklaim negara tetangga,,,:)

Sabtu, 13 Oktober 2012

Maaf...ada kepentingan keluarga

ketika kita dihdapkan pada keadaan yang dilematis, akan muncul banyak alasan untuk menghindarinya. Bahkan ketika rasa malas menghinggapi rutinitas kita, maka seribu alasan bisa muncul untuk melegalkan sejumput kemalasan yang mendera. Lalu pantaskah kita membuat berbagai alasan yang kurang wajar hanya untuk menghindari tanggung jawab??

Dalam kehidupan kita sehari-hari, tentu dipenuhi segudang aktifitas dan kesibukan yang tak kunjung henti [bahkan pengangguran pun sibuk melamun mengkhayalkan nasibnya yang tak jelas :)]. menjalani rutinitas, sesekali pasti merasakan kejenuhan. Beberapa dari kita menyebutnya dengan kebosanan yang dibarengi dengan kemalasan beraktifitas. Karenanya sifat dasar manusia akan muncul untuk mendamaikan suasana hati antara menanggapi rasa malas atau mengabaikannya. Sifat manusia yang selalu mencari keuntungan untuk diri sendiri. apalagi jika menyangkut tentang hak dan kewajiban. kebanyakan dari kita akan sepenuh hati menuntut apa yang menjadi hak kita, dan sedikit lalai atau bahkan melalaikan tanggungjawab kita terhadap  pemenuhan kewajiban. Dengan begitu akan muncul berbagai alasan untuk pembenaran dan pembenaran semata. Yaitu alasan yang tidak wajar, alasan yang dibuat-buat, alasan yang menguntungkan kepentingan sepihak/ kepentingan pribadi.

Contoh yang paling gampang adalah saat kita masih sekolah dan berstatus sebagai siswa. maka ketika ada saudara jauh kita yang akan menikah, maka kita lebih memilih untuk menghadiri acara tersebut [yang gak wajib!] dan meninggalkan kewajiban kita sebagai pelajar untuk belajar di sekolah. biasanya kita akan menuliskaan alasan tidak masuk sekolah karena ada KEPENTINGAN KELUARGA.

Menggelitik bagi saya ketika saya masih menemukan kata-kata seperti itu. Karena hanya akan memunculkan sederet pertanyaan misalnya; anggota keluarga mana yang berkepentingan? apakah kehadiran kita dalam acara keluarga ini cukup signifikan/berpengaruh? Apakah peranan kita sehingga dianggap penting sampai harus meninggalkan tugas wajib kita sebagai pelajar?

Maka disinilah dibutuhkan adanya skala prioritas dalam kehidupan. Dalam setiap kepentingan yang menyangkut kepentingan bersama, kita harus lebih bijak untuk memilih dan memilah alasan yang tepat untuk digunakan. Dahulukan mana yang menjadi tanggungjawab kita , baru kemudian  mengambil hak kita.

Rana131012
23:06
meja ngarepan ndalem shobaren



Jumat, 12 Oktober 2012

Bersyukur

Mengerjakan segala sesuatu hendaknya diawali dengan membaca Bismillahirrohmanirrohiim...
Karena apapun yang kita lakukan tidak akan bisa terlaksana tanpa Kemurahan Sang Pencipta yang telah menjadikan mudah apa apa yang sulit dan menjadikan mungkin apa apa yang tidak mungkin bagi kita.

Bahkan satu tarikan nafas pun harus selalu kita syukuri, karena tanpa KuasaNYA, takkan bekerja segala organ dalam sistem pernafasan kita. Banyak hal yang patut kita syukuri, termasuk kekecewaan kita terhadap sesuatu yang tertunda. Mengingat pembicaraan dengan teman tadi siang dlam perjalanan pulang,...betapa kecewanya teman saya itu karena tidak bisa ikut ambil bagian dalam suatu proyek survey di luar kota. Dengan nada penuh kekecewaan dia mengungkapkan betapa ia ingin sekali menerima tawaran proyek tersebut, tapi ia tak mungkin meninggalkan suami dan kedua anaknya yang masih kecil ditambah lagi dia sekarang dalam kondisi hamil muda. Berat menerima berat menolaknya. Dari segi materi, tawaran itu cukup menggiurkan namun sayangnya ada tanggungjawab yg tidak bisa dia tinggalkan, sebagai seorang istri dan ibu. Rugi.kecewa.sedih.dan tak bisa berbuat apapun...itu yang dia katakan. Sebenarnya dalam situasi dilematis seperti itu, kita justru harus melihatnya dari sisi lain. Tawaran itu mungkin memang tidak lagi cocok untuk kita. Disaat kita telah memiliki tanggungjawab yang harus kita utamakan, yaitu keluarga kita. Bukankah rizki dari Tuhan itu bisa datang dari arah mana saja, bahkan dari arah yang tak pernah kita sangka sebelumnya? lalu kenapa kita harus khawatir? kenapa harus kecewa dengan kesempatan yang sebenarnya tidak lagi relevan dengan kondisi kita sekarang?
Bersyukurlah atas segala pencapaian kita, mungkin kehidupan kita berbeda setelah berkeluarga, tapi itu tidak akan mengurangi kesempatan kita meraih rizki yang halal dan thoyib bagi keluarga kita. Karena jika tertutup satu pintu rizki, maka masih banyak jendela dan pintu lain yang terbuka. Tak patut bila kita hanya menangisi keadaan. Kembalikan semuanya pada Sang Pemurah, Sang Maha Penyayang umatNya, karena rencanaNya pasti jauh lebih indah dan tepat untuk kita.

Rana121012
meja op
wwpoll.net

Senin, 08 Oktober 2012

Sekolah Meneh

Cinta...
memberiku energi untuk berada di sini
diantara bangku bangku berdebu
diantara papan papan berilmu
dan mendengar segala petuah sang guru

Cinta...
memberiku ruang untuk belajar
menjadikanku manusia baru yang ingin maju
meski rentangan jarak dan waktu harus ditempuh
demi masa depan cintaku

Rana 290911

tak terasa 12 bulan berlalu, sejak kuniatkan hati menimba ilmu menjadi calon guru. nek iki judule banting stir :) lha kenapa ora kawit biyen sekolah keguruan :) gimana ya ini namanya menyesuaikan dengan kebutuhan dan kalau dulu kan menyesuaikan idealisme.:)

banyak hal baru yang kupelajari selama setahun terakhir ini, 9 bulan mengenyam teori-teori ideal di kelas, mendengarkan cerita dan ceramah para dosen berkompeten seputar ilmu pendidikan. 3 bulan terakhir semua ilmu itu harus saya aplikasikan di kehidupan sekolah yang nyata. 
Spetenta..here I am. Setiap pagi mruput ke sekolah,:) berasa jadi anak sekolah lagi. Sama-sama belajar di sekolah ini, cuma bedanya mereka pake sragam biru putih sedangkan aku pake rok item..:)
Kembali ke rutinitas anak sekolah, cukup menyenangkan. Saya kembali teringat bagaimana saya dulu melewati masa2 smp, bagaimana saya dulu bersikap dengan bapak ibu guru di kelas...:) dan sepertinya saya sekarang semakin menghargai semua perjuangan semua GURU di dunia ini...:)rada lebey.

Dadi guru kui patute iso digugu lan ditiru....kalimat itu selalu terngiang di telinga, dan justru karena itulah saya semakin merasa belum pantas untuk benar2 menjadi seorang guru di sekolah. Saya masih harus banyak belajar dan belajar. Salut buat semua guru di dunia !

semoga saya bisa menjadi 'guru' terbaik buat anak-anak saya. 

Rana081012