Jumat, 19 Oktober 2012

Udud=Maut

Akhir akhir ini saya merasa sangat kesal jika kebetulan satu ruangan dengan orang yang sedang merokok. Bahkan jika melihat seseorang merokok pun menjadikan saya ilfeel. Sungguh saya tidak pernah bisa memahami jalan pikiran para perokok aktif itu. Kebanyakan dari mereka tidak lagi peduli tentang larangan merokok di tempat umum.Dengan santainya menikmati sesuatu yang menebarkan racun untuk orang2 yang menghisap asapnya. Tak kurang segala bentuk kampanye anti rokok dan segala peraturan larangan merokok sudah dibuat. Tapi yang terjadi justru angka ketergantungan terhadap rokok semakin menggila. Dan yang lebih memprihatinkan, sebagian besar perokok aktif adalah remaja dan anak-anak. Mau jadi apa generasi penerus ini, kalau dari kecil sudah kecanduan rokok. Secara fisik, tubuh mereka sudah teracuni zat-zat kimia berbahaya. Secara etika mereka sudah tidak lagi mengindahkan norma kesopanan dalam hal menghargai hak hirup udara segar orang-orang disekitarnya. Secara ekonomi, mereka boros karena harga rokok tidak murah dan kalaupun pengeluaran uang rokok ini diakumulasi maka dalam setahun saja akan membuat kita tercengang, betapa banyak uang yang sia-sia 'terbakar'.

Aturan kawasan bebas asap rokok yang sudah menjadi perda saja tidak mempan  membuat jera para perokok. Tidak cukup tindakan pemerintah, sebuah ormas Islam pun memberikan label haram untuk rokok, tak jua mengurangi niat perokok. yang ada para perokok itu akan berkurang satu persatu karena kematian.
rana191012
wwpoll


Tidak ada komentar: