Rabu, 24 Oktober 2012
Rencana kita atau rencana Tuhan?
Saya tak habis pikir ketika saya mendengar kawan saya bercerita tentang kehamilannya yang ketiga yang disebutnya dengan 'kecelakaan' atau lebih tepatnya 'tidak direncana'. Lebih kagetnya lagi dia juga mengatakan hal yang sama tentang tiga kali kehamilan yang sebelumnya. Entah apa yang dipikirkannya. bukankah kehadiran anak di tengah-tengah keluarga adalah hal yang sangat didambakan oleh setiap pasangan yang sudah menikah? Bahkan ada yang bertahun tahun berusaha untuk mendapatkan keturunan tapi belum berhasil juga. Sebenarnya, anak itu rencana kita atau rencana Allah? Di lain tempat, ada sepasang suami istri yang sudah puluhan tahun menikah belum jua dikaruniai keturunan. Ada juga yang harus menunggu 10 tahun kemudian baru memiliki anak, bahkan 3 tahun setelahnya dikaruniai lagi sepasang anak kembar. Subhanallah...anak itu memang karunia, anugrah bagi orang tua yang telah direncanakan oleh Sang Pencipta untuk selalu kita jaga, kita rawat dan kita sayangi. Karena bagaimanapun kita berusaha kalau tanpa kemurahan Sang Pencipta maka takkan pernah ada yang akan lahir dari rahim seorang wanita. Bahkan seandainya anak yang kita lahirkan kurang sempurna, itupun tetap harus kita sayangi sebagai anugrah terindah dalam hidup kita. dan kalaupun anak yang kita lahirkan tak sesuai dengan harapan kita, sepatutnya tetap harus kita syukuri dan kita rawat sebaik mungkin karena kelak di akhirat akan diminta pertanggungjawaban atas titipanNya ini. Sekiranya kita menyesali kehadiran sang buah hati, renungkan lagi atas segala nikmat yang telah kita peroleh, dan bayangkanlah betapa nikmat kita akan bertambah seiring kehadiran si buah hati.Dan bersyukurlah karena Allah telah memilih kita untuk mengemban amanah merawat makhluk istimewa. dan itulah bukti kasih sayangNYA terhadap kita...:)
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar