Sedih...ketika saya menyaksikan bayi mungil yang baru berumur hitungan hari harus merasakan 'nikmatnya' sufor. Lalu dimana realisasi himbauan pemerintah tentang asi eksklusif 6 bulan itu? Apakah gaungnya tak sampai ke setiap calon ibu di negara ini? Apakah karena meriahnya kampanye politik yang mengalahkan kampanye asi? Saya tidak berniat menyalahkan siapapun dalam hal ini. Tapi kalaulah boleh sebagai bahan renungan dan introspeksi diri para perempuan, calon ibu, maupun ibu-ibu lainnya. Ada baiknya sebelum kita merencanakan kehamilan atau bahkan sejak kita merencanakan pernikahan maka rencanakan pula kelak kita akan memberikan asupan nutrisi terbaik bagi anak2 kita. Terutama pada dua tahun awal kehidupan mereka. Nutrisi tinggi yang telah disediakan Tuhan untuk manusia ciptaanNya, yaitu ASI. Kenapa harus asi? bukankah sekarang sudah banyak tersedia sufor dengan berbagai pilihan harga dan kualitas yang menjanjikan? bagaimana kalau asi nya kurang lancar? bagaimana kalau ibu bekerja di kantor dari pagi sampai sore?....dan sederet pertanyaan itu pasti akan muncul. Sekarang ini jamannya internet untuk rakyat, setiap orang dengan gampang bisa mengakses informasi apapun dari internet. Jadi kalau memang kita ingin tahu lebih banyak tentang asi, maka tak ada salahnya kita tanya 'mbah google'. Karena berdasar pengalaman saya yang tidak punya latar belakang ilmu kesehatan pun (bukan dokter, bidan ataupun perawat) sangat merasa terbantu dengan informasi yang saya dapat dari internet. Atau kalau memang ingin lebih valid bisa mencari informasi di klinik2 laktasi di rumahsakit, tapi lebih ribet kan? Belajar tentang asi, akan membuat kita lebih siap untuk memberikan asi eksklusif untuk anak-anak kita. Hambatan, rintangan dan tantangan pasti ada...tapi semua itu akan dengan mudah kita lewati jika kita yakin bahwa hanya asi yang terbaik untuk anak manusia.
rana
12.05
Tidak ada komentar:
Posting Komentar