Setelah tahun 2017 absen masuk babak final, tahun ini Den Jupri
lolos Final OSK. Kegembiraan jelas kami rasakan, karena sekali lagi
kebanggaan akan hasil kerja keras 2x seleksi yang telah dilalui Den Jupri
membuahkan hasil. Tak berlebihan harapan kami, sebagai orangtua akan terus
mendukung apapun yang disukai anak, meski di luar sana banyak nada sumbang dan
nyinyir bahwa segala macam lomba itu kurang bagus untuk mental anak, atau nada
julid lainnya tang sebelah mata memandang. Itu kan cuma akal akalan
penyelenggara agar bisnis tetap berkembang, karena memang semua biaya lomba
ditanggung peserta. Ditambah lagi Olimpiade ini dinilai abal-abal dan tidak
kompeten karena tidak diakui Pemerintah, ya karena Pemerintah sudah punya lomba
semacam ini yaitu OSN….yang sayangnya anak kami belum pernah ikut seleksi OSN.
Belum terbukti yaaa…apakah perjuangan mengikuti OSN dan OSK setara? Entahlah.
Kami kurang paham, dan kami tidak ingin menyalahkan pihak manapun. Sedikit
penasaran, saya sempat berselancar di dunia maya…mengintip nama2 peserta yg
lolos final OSN maupun yang pernah menang, dan tidak mengejutkan jika nama-nama
yang tercetak di sana adalah beberapa nama yg sama dengan finalis OSK.
By the way, kami tidak ambil pusing lagi
apakah OSN atau OSK….yang penting anak kami bahagia. Meskipun kami harus
mengeluarkan banyak biaya untuk itu. Seperti tahun tahun ikut final OSK
sebelumnya, segala rangkaian acara kami ikuti dengan sukacita. Senang bisa
bertemu banyak teman baru senasib seperjuangan, senang melihat anak anak hebat
Indonesia yang bisa membaur bersama meskipun dari berbagi daerah , etnis dan
agama yang berbeda. Senang hati melihat persahabatan yang terjalin selama 2
hari acara final OSK. Karena walaupun berkompetisi, anak-anak bersaing secara
sehat, sportif, jujur dan tidak saling menjegal lawan…hehehehe..harusnya orang-orang
dewasa di luar sana meniru anak-anak hebat ini ya?? Karena inilah gambaran
Indonesia. Yang Bhinneka Tunggal Ika, yang tetap ikut bahagia ketika mendengar
nama finalis lain yang mendapat juara. Yang selalu ceria meski lelah dan letih
mendera. Yang tetap tak patah semangat meskipun harus terus mengulang ikut di
tahun- tahun berikutnya.
Begitupun
cerita tentang den Jupri tahun ini. 2018, adalah keempat kalinya ikut OSK dan
ketiga kalinya lolos ke babak final. Meskipun 2 kali final sebelumnya den Jupri
belum berhasil membawa medali kemenangan, tapi kami pulang dengan kebanggaan
dan tambah pengalaman.
Pada
OSK 2018 ini kami mendapat kejutan yang luar biasa. Den Jupri berhasil meraih
Medali Perak. Diwarnai tangis haru dan bangga, sungguh hanya rasa syukur tak
terkira melihat perjuangan anak kami yang kali ini membawa kemenangan.
Alhamdulillah…karenanya semangat anak kami semakin terpompa , karenanya dia
bisa tersenyum bangga untuk dirinya sendiri, untuk sekolahnya yang selama ini
menempa pengetahuannya, dan serta kebanggaan untuk keluarga, dan semoga bisa
memotivasi teman temannya yang lain agar tak patah asa dalam menggapai
cita-cita dan harapan.
Setinggi
apapun pencapaianmu, tetaplah rendah hati anakku, tetaplah menjadi Den Jupri
yang tidak sombong dan teruslah merasa kurang atas ilmu yang kau miliki…agar
terus kau belajar dan belajar, teruslah membaca setiap kata dalam kehidupan
ini, dengan mata hati yang tak jumawa. Karena Juara tak berarti berhenti
berusaha.
06092018
Ibuwa
@wwpoll.net


Tidak ada komentar:
Posting Komentar