Kamis, 10 Januari 2013

haji tiga kali

akhir akhir ini, sindroma sinetron 'haji dua kali' sedang mewabah. Sang produser pandai memilih cerita sehingga banyak pemirsa yang biasanya anti sinetron pun tertarik hati untuk mengikuti setiap episodenya. ya..paling nggak di sinetron ini belum ada yang membunuh pake racun,..atau amnesia.:) Bernuansa islami, tapi tetap bergaya sinetron yang lebay. Cerita kejar tayang ini terus mengalir bahakan jadi perbincangan dalam acara pengajian dan arisan. satu hal yang bisa kita ambil pesan moralnya adalah bahwa status haji seseorang tidak serta merta menjadikannya memiliki kualitas haji. Sejenak mari kita merenung, apakah esensi dari ibadah haji itu sendiri? Ibadah haji adalah ibadah yang wajib dilakukan oleh umat islam yang mampu atau kuasa untuk melaksanakannya baik secara ekonomi, fisik, psikologis, keamanan, perizinan dan lain-lain sebagainya. Di negara kita, ibadah ini begitu istimewa karena biayanya cukup banyak, dan antrian keberangkatan yang cukup panjang, ditambah lagi prestise atau kebanggaan menyandang predikat haji. Yang  saya heran, kenapa masih ada orang-orang yang merasa dirinya mampu, bahkan lebih kemudian melaksanakan ibadah haji berkali-kali. untuk apa? oke. itu harta pribadi mereka, hak mereka mau digunakan untuk apa. tapi fenomena haji berkali kali di negri ini justru menjadi ironi. Karena masih banyak orang di sekitar kita yang kelaparan, tak punya rumah layak, tak bisa sekolah....bukankah uang untuk berhaji tiga kali (mungkin) bisa lebih manfaat untuk disedekahkan? itu sih menurut pendapat saya. Lagi pula, kalau kita berkali-kali haji, akan semakin menambah daftar panjang antrian. yang secara tidak langsung memperlama jadwal keberangkatan orang lain (yang mungkin ngantrinya reguler ) sedangkan kebanyakan dari haji tiga kali gak pakai ngantri karena bayar lebih mahal.

Maafkan jika banyak pihak yang tersinggung, tapi kalau ada yang tersinggung sebaiknya segera intropeksi diri...hehehe...dan bersyukurlah karena indikator kesadaran dimulai dari hati yang tersinggung. lha kalau yang udah mati hatinya kan tidak merasa .:) terlepas dari semua itu, semoga ibadah haji anda semua mabrur dan diterima Allah SWT. Karena sesungguhnya hanya Allah SWT semata yang akan menilai dan menentukan kemabruran haji seseorang.


Tidak ada komentar: