Setahun yang lalu, ketika pertamakalinya masuk final OSK 2015, rasanya heboh banget...maklum wong ndesa arep lelungan nang kutha Jakarta...:) dan tahun ini, kami sebagai orangtua tidak memasang target harus masuk final, walaupun harap harap cemas...kalaupun masuk yaaa...mungkin memang anakku lanang ki beja tenan yo? Lha gimana gak bejo? kalau melihat sesama finalis yg sampai ke Jakarta itu malah bikin jiper...eh bahasane jadul banget....bikin minder je. Lha kok 60% finalisnya keturunan Chinese..yang dari penampakan wajahnya saja kelihatan nek jenius jenius tur serius melu lomba...:) trus sisanya wajah wajah pribumi yang tak kalah wangun dengan melihat daftar nama sekolah masing masin....xixixixi...
Ya begitulah, Alhamdulillah Gusti Allah ki maringi Thole padhang pikire, sehat awake, isa nggarap soal soale olimpiade kanthi lancar tur bener...trus bisa menyisihkan ribuan peserta lain sehingga tahun 2016 ini masuk babak final lagi. Maka nikmat Tuhan manalagi yang mau saya tanyakan?? Setelah stalking website Komikuark.net beberapa bulan demi memantau hasil tes nya Mas Jupri, kami menemukan lagi nama Elfajri nyempil diantara 303 finalis yang lolos ke Jakarta. Yeee...Jakarta I'm coming. Terbayang sekeluarga bakalan piknik mendadak nganter mas Thole lomba.
Ritual persiapan OSK pun dimulai. Dari ngecek persyaratan, barang yg wajib dibawa, nyecan foto dan transfer kontribusi pendamping, booking tiket kereta api, dan calling keluarga Bulik yg tinggal di Ciledug....ribet tapi seneng. Apapun hasilnya nanti, kami tetap merasa bangga bisa mengantar Thole berusaha melampaui mimpinya. Sakjane mimpimu apa to Le?
Dan yang lebih wow rasanya, acara tahun ini dilaksanakan pas pertengahan bulan Ramadhan 1437 H. Sik kebayang panasnya ibukota bagi kami wong ndesa yang kulina kadhemen, ditambah lagi Thole n Denok Shelly udah mulai puasa fullday...Bismillah kuatkan kami ya Allah..
Mungkin benar kata sebagian orang , terlalu banyak mengikutkan lomba bagi anak2 itu kurang bagus dampaknya...tapi bagi kami, apapun prestasi anak akan kami dukung dan apresiasi. Anak kami memang beda, dan kami tetap bangga. Apalagi untuk ikut OSK ini Thole dengan senang hati ikut, tanpa kami memaksa. Jadi bagi kami yang penting Thole enjoy and happy...it's enough. Karena bukan harus jadi juara di olimpiade tapi untuk memupuk rasa percaya dirinya yang sempat down karena sering dibully teman sebayanya. Kami ingin Thole merasa dirinya berharga, terlebih bagi orangtuanya dan keluarganya.
Mengikuti serangkaian acara final OSK memberikan banyak hal positif bagi kami. Sebagai finalis, mas Thole lebih percaya diri dan bahagia karena merasa sudah menang dari puluhan ribu peserta lalin yang gugur di semifinal. Artinya dia merasa bangga bisa menjadi bagian dari 101 finalis di levelnya. Melihat senyumnya, saya ikut terharu...betapa kami yang cuma wong ndesa bisa sampai ke ibukota dalam rangka lomba , bertemu ratusan finalis lain yang datang dari seluruh pelosok Indonesia. Anak anak Indonesia yang memiliki mimpi dan cita cita mulia, memiliki potensi sumber daya manusia yang luarbiasa. dan saya melihat wajah Indonesia di sana....#mrebesmili.
Ketika pengumuman pemenang, bahkan saya tak lagi berharap lebih selain Thole tetep sehat dan bisa masuk final OSK lagi tahun tahun berikutnya. Hehehehe...karena untuk mengharapkan jadi juara bermedali emas pun rasanya terlalu berlebihan. Berada dalam satu acara dengan Bapak Mentri Anies Baswedan rasanya seneng seneng gimana gitu.... anak anak hebat finalis OSK diberi ucapan selamat, diberi semangat, bahkan diberi apresiasi secara langsung oleh beliau...rasanya wow. dan lagi mas Thole ku ada diantara mereka yang hebat2 itu...meskipun pas pengumuman pemenang jebule mas Thole malah ketiduran karena kondisi tetep puasa fullday ditengah padatnya acara dan teriknya matahari ibukota....oalah Mas Juprii....
Pulang kerumah dengan senang meski gak dapat medali emas, perak maupun perunggu...Yang pasti Mas Thole menjadi juara di hatiku....#eeeaaaaaa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar