Sabtu, 26 September 2015

Catatan Hati

Aku ingin menuliskan cerita tentangmu, lelaki hebatku, yang kelak akan menjadi catatan indah dalam rangkaian kenangan masa kecilmu....

Tentang Papi 
Bapakmu adalah malaikat bagiku. Lelaki terhebat yang penuh keberanian yang pernah kukenal, yang mampu mematahkan semua argumen dan logikaku. Yang datang melamarku dengan penuh tanggungjawab dan juga cinta yang meluap luap. Dia memang luarbiasa anakku. Bahkan Tuhan mengirimkannya untukku melalui Yahoo Messenger. Menemani malam malamku yang sepi lewat chatting online, menyediakan telinganya untuk mendengarkan seluruh cerita dan keluh kesahku waktu itu. Dia juga selalu menasehatiku layaknya seorang sahabat dan kakak yang sangat menyayangiku. Meskipun waktu itu kita belum pernah ketemu maupun saling kenal sebelumnya. Rencana Sang Maha Pembuat Rencana memang selalu indah. Justru dalam kegalauan buyarnya mimpi2 kami masing-masing....kami justru dipertemukan. Berbagi rasa. Berbagi airmata. Berbagi cerita. Dari sanalah benih sayang dan cinta itu tumbuh tanpa ditanam. Mungkin itulah cara Tuhan menjawab doa doa kami. Kami pun menjaga tanaman cinta itu, menyiraminya setiap hari dan memagarinya agar tak satupun makhluk jahat yang mengganggu cinta kami.

26 November 2006
 adalah hari bersejarah bagi kami. Kami mendapatkan legalitas atas cinta kami. Di serambi Masjid Bangun Ummah Kemiri, dihadiri beberapa kerabat, segelintir kawan dan tetangga dekat. Diucapkannya janji untuk menjadi suami. Aku yakin, waktu itu disaksikan juga oleh para malaikat dan tentunya atas ijin Sang Maha Sutradara Alam Semesta. Teriring segenap doa tamu undangan yang hadir, kami menikah. Sah. Sukarela. Dengan cinta. Menggariskan harapan baru dalam hidup kami selanjutnya.

31 Oktober 2007
Bayi mungil  berbobot 2,8 kg  dengan panjang badan 49 cm menangis saat pertama kali melihat dunia diiringi gerimis suatu malam di bulan Oktober,  20.10.WIB.
Terbayar sudah penantianku selama 9 bulan. Usai sudah drama penyiksaan rasa yang maha dahsyat selama 8 jam. Hilang rasa cemas ketika melihatmu sehat dan tak kurang suatu apa. Aku bahagia. Kami bahagia.

 Nuurunnajmi Elfajri....nama yang kami berikan untukmu, dengan segenap doa dan harapan kelak kau kan selalu menjadi bintang kejora di langit hati kami, bintang yang  bersinar paling terang dalam hidup kami.

bersambung...............................................

ibuwa.26.09.15
meja op tengah hari panas








Tidak ada komentar: